Menurut Dr. Sunaryo Sunarto, ketua pelaksana diklat, materi Pembinaan CPNS dosen terdiri dari: Wawasan kependidikan 24 jam pelajaran, Bahasa Inggris (166 jp), Program Pelatihan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) (106 jp), Etika Dosen (16 jp), E-learning (16 jp), Pengabdian pada Masyarakat (24 jp), Metodologi Penelitian (44 jp), Kemahasiswaan (16 jp), Kepegawaian (30 jp) dan Achievement Motivition Training (2 hr). Sedang CPNS karyawan mengikuti materi pembinaan : Kepegawaian, dan Bahasa lnggris. ”Capaian hasil Pembinaan CPNS untuk skor toefl, yang mencapai nilai diatas 600 ada 2 orang, 550-600 ada 2 orang (1 karyawan), 500-549 ada 6 orang (1 karyawan), 450-499 ada 10 orang. Dan yang skornya dibawah 450 sebanyak 11 oarang (35,4%). Dengan demikian 64,6% telah memenuhi target skor minimal 450,” ungkap Sunaryo. Lebih lanjut dikatakan, semua CPNS dosen telah menyelesaikan produk pelatihan, terdiri dari: lima perangkat perkuliahan (anailisis kompetensi, silabi, RPP, kisi-kisi pengembangan UAS, contoh soal UAS), proposal penelitian, proposal PPM, dan meng-upload materi e-learning Kehadiran rata-rata CPNS 99,4% (kecuali yang melahirkan, melaksanakan pernikahan, sedang hamil muda bahkan 6 dosen hadir 100%).
Sementara itu, Rektor, Dr. Rochmat Wahab, MA, dalam sambutannya mengatakan, dosen harus menjadwalkan naik pangkat secara sistematis. Kenaikan pangkat dosen tidak otomatis, sehingga kalau tidak rajin akan terlindas oleh waktu. Dosen harus mandiri tanpa bergantung kepada orang lain. Dosen yunior belajar kepada yang senior dan bertanya kunci tentang kunci kesuksesan yang harus dicapai. “ Dalam waktu dekat UNY akan mengundang Sekjen kementrian pendidikan nasional atau nara sumber lain untuk memberi motivasi, sebelum para dosen muda terkena kontaminasi / pengaruh yang tidak baik,” tuturnya.